Sabtu, September 24, 2016

Jejak

Kadang aku suka berpikir.

Mungkin kalau aku tidak berhenti dan tetap rajin sampai warna kulit tak ubahnya yang lain, akulah yang berdiri di tengah sana.

Tapi kalau aku disana, maka aku tidak akan menunggu waktuku habis, menghitung bulirnya yang turun satu-persatu lalu mereka berbisik, "bangun dan hidup."

Semua opsi menggiurkan. Entah kapan aku belajar bahwa tidak semua bisa dicapai dalam waktu yang sama. Ada tahapan dan pilihan. Semua dengan nilai masing-masing yang membuat iri dan ingin.

Aku sudah memilih.











Kan?

Minggu, Agustus 21, 2016

violet hour

di tengah keluhan dan lelah dan nyaris keputusasaan dan hilangnya keinginan untuk mengejar,
saya beruntung sekali punya kalian semua.



padahal saya kerjanya mengeluh terus. negatif terus. tidak bisa. tidak sanggup. tidak mengerti. malas. tidak mau. tidak. tidak. tidak. tidak yang tak ada habisnya terus saya hujamkan kepada kalian.
kalau saya jadi kalian, langsung saya hapus chat dari diri saya.




kepada kalian yang tak kunjung berhenti menghibur dan menyemangati, menjadi sumber kebangkitan di tengah entah apa yang membuat saya tidak ingin maju.




apapun itu artinya violet hour, saya juga nggak tahu.

Rabu, Mei 04, 2016

pertanyaan

akhir-akhir ini terlalu banyak mengeluh, sampai lelah mengeluh.
tapi keluhan tetap tidak berhenti mengalir, sampai ia banjir menutupi muka dengan benjol-benjol kemerahan kecil.
seharusnya sekarang sudah bangun.
kalaupun belum, semoga setelah ini.

btw.

media yang semakin bebas diisi siapa saja saat ini membuat lelah, dan jujur saja, muak. ada terlalu banyak cerita dan pemberitaan, digali dari berbagai sisi yang masing-masing menawarkan kejujurannya, entah benar entah tidak. terlalu banyak opini yang berkoar-koar dengan semangat hingga mereka lupa kalau opini hanyalah opini, bukan aksi. tidak ada salahnya berbicara. hanya kadang semua harus berspasi supaya rapih.

dan di saat semua angkat bicara, rasanya diam masih menjadi pilihan. bukan tidak mau berpendapat. atau tidak mau membantu mensosialisasikan. tapi membaca semua pendapat kalian saja membuat lelah. kalau ditambah, entah akan meledak sampai seperti apa.

 (kamu lupa kalau ini juga bentuk berpendapat.)




terlalu banyak manusia.
mungkin menghapus kanal-kanal penghubung adalah salah satu solusinya.