Belief

Salah nggak kalau nggak mau memihak?

There are so many sides and opinions and causes that each person holds. Each different with its own pros and cons.

Melihat ke lingkungan sekitar terlalu besar. Coba kecilkan ke lingkungan keluarga. Yang satu memegang teguh prinsip A, yang lain B, lalu ada lagi yang C. Sekarang kalau kamu memilih tidak memihak, apakah artinya kamu membuat kubu lain? Atau kamu justru jadi mengabaikan isu-isu yang mereka usung?

Dari dulu semua orang mengeluh tentang golput. Tentang tidak punya pendapat. Tentang tidak adanya suara dari individu-individu yang tiap ditanya ia terus diam, atau justru mengangguk-angguk saja agar yang bicara senang. Tidak baik untuk diam, katanya. Padahal katanya diam itu emas.

Niatnya sih ingin netral, tapi apakah dengan netral berarti kita jadi mengabaikan hal-hal yang terjadi di sekitar kita? Belakangan ada banyak isu kontroversial yang salah bicara sedikit saja, hasilnya bisa fatal. Dari sekedar ditegur orangtua sampai leave group chat. Padahal sepele saja buatku. Hanya perbedaan perspektif dan judgment masing-masing. Serta kebenaran yang dipercaya tiap orang.

Buatku, kebenaran setiap orang tidak perlu sama. Mungkin kamu percaya pada hak-hak komunitas LGBTQ, atau mungkin justru kamu patuh pada agama dan bergabung di sisi lainnya. Sebenarnya keduanya memiliki kebenaran, memiliki alasan masuk akal yang bisa mendukung keduanya. Aku bisa saja memilih salah satu, kalau aku hanya melihat dari satu sisi. Kalau aku hanya percaya pada satu kebenaran.

Semuanya memang masalah kepercayaan.

Kata John Mayer juga, "we're not gonna beat this if belief is what we're fighting for."





(tapi lalu satu pihak berbisik "kalau kamu nggak punya kepercayaan, nggak membela kepercayaanmu, kamu dosa!")

Komentar