karena tidak semua pedih bermuara dari tempat yang sama

Saya pernah punya boneka.

Boneka perempuan lucu, sering saya bawa kemana-mana.
Saat saya bersamanya, saya merasa senang,
nyaman,
bahagia.
Boneka itu adalah sahabat saya, tempat saya membagi cerita dan berkeluh kesah.

Sejak saya memiliki boneka itu, saya tidak pernah berpikir,
betapa dengan membawanya kemana-mana,
ia menjadi kotor,
lusuh,
lelah.

Saya terlambat melihat,
betapa boneka itu sebenarnya sudah harus diletakkan,
dibiarkan beristirahat,
bermain bersama boneka-boneka lain di kamar saya.

Saya terlambat.
Boneka kesayangan saya,
kini justru di ambang.

Komentar